Warga Venezuela Lakukan Protes Akibat Adanya Krisis Air dan Listrik

Adanya krisis ekonomi hingga menyebabkan pemadaman listrik hingga berminggu-minggu dan kurangnya pasokan air bersih membuat warga Venezuela kompak turun ke jalan untuk menyerukan protes.Protes tersebut ditujukan kepada Presiden Nicholas Maduro yang menurut masyarakat tersebut merupakan biang keladi dari kerusakan ekonomi negara.Aksi tersebut dilaksanakan sebagai suatu protes atas pemerintahan yang tidak dapat menanggulangi krisis yang ada.

Krisis semakin parah dalam sebulan terakhir

Dilansir dari Reuter, pada Minggu (7/4) dinyatakan bahwa krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela semakin parah dan memburuk dalam waktu satu bulan terakhir.Tingkat inflasi yang diperoleh negara tersebut naik hingga ratusan ribu persen.Sehingga hampir seluruh masyarakat kekurangan makananĀ  Result Singapore dan obat-obatan.Selain itu, akibat dari krisis tersebut membuat masyarakat terpaksa hidup dalam kegelapan selama berhari-hari karena pemadaman listrik yang melumpuhkan seluruh aktivitas di Venezuela.

Karena adanya pemadaman listrik dan kurangnya pasokan air bersih, pihak pemerintahan Maduro menyatakan untuk menutup kegiatan sekolah dan bisnis dalam beberapa waktu terakhir.Penutupan tersebut khususnya dilakukan di kota-kota seperti San Cristobal, Valencia dan Maracay.Meskipun demikian, pihak pemerintah dalam kekuasaan Maduro tidak melakukan tindakan yang berarti untuk menyelamatkan krisis yang semakin parah tersebut.

Pihak oposisi Juan Guaido menyatakan kecaman

Menanggapi adanya krisis yang terjadi di Venezuela, pihak oposisi yang diketuai oleh Juan Guaido, melakukan rapat di Caracas pada hari Sabtu tanggal 06 April 2019.Rapat tersebut disebut sebagai suatu gelombang baru protes definitif untuk menggulingkan kekuasaan Maduro yang dianggap cacat. Hal tersebut Guaido ungkapkan karena menurutnya kemenangan pemilihan umum 2018 yang diperoleh Maduro merupakan suatu tindak kecurangan yang dilakukan dengan kerja sama bersama beberapa pihak.

Guaido menyebutkan jika pengiriman minyak murah ke Kuba dengan imbalan tenaga kerja dan guru sebenarnya dilakukan untuk membiayai kelompok intelijen Kuba yang dikenal G2 yang digunakan sebagai pihak yang akan menindak lawan Maduro di dalam militer. Selain itu, Maduro juga ditekan oleh Washington untuk segera melakukan pengunduran dari jabatannya sebagai presiden di Venezuela.

Dalam rapat yang diadakan oleh Guaido di Caracas, ribuan oposisi berkumpul dan mengatakan jika mereka mengambil air dari saluran pipa yang tidak bersih atau aliran air di Gunung Avila yang menghadap langsung ke Caracas, distrik El Marques timur. Selain itu, dalam rapat ini Guaido juga menyatakan jika masyarakat tidak hanya untuk meminta air bersih dan listrik, namun juga meminta kebebasan dalam demokrasi.

Dalam demonstrasi yang dilakukan sebagai suatu bentuk protes tersebut, guaido juga mengungkapkan jika masyarakat tidak akan hanya tinggal diam dan membiarkan mereka terbiasa dengan keadaan tersebut. Akan tetapi, Guaido bersama seluruh rakyat yang melakukan protes mengatakan tidak akan membiarkan Maduro yang dianggap sebagai penjahat untuk tetap memimpin negara tersebut. Untuk itu, Guaido meminta kepada pihak majelis konstitusi untuk menjadi presiden sementara mulai dari Januari 2019.

Kecaman kepada Maduro juga didapatkan dari pihak Pemerintahan Amerika Serikat.Salah satu hal yang dilakukan yaitu mengumumkan sanksi baru terhadap 34 kapal milik perusahaan minyak Venezuela dan dua perusahaan yang mengirimkan minyak mentah ke Kuba.Pengumuman yang dilakukan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, menurut John Bolton yang merupakan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat merupakan salah satu langkah awal.Pemerintahan Amerika Serikat juga memandang bahwa jabatan yang diperoleh Maduro merupakan jabatan yang tidak sah karena adanya kecacatan dalam pemilihan umumnnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *