Sri Mulyani Ungkap THR untuk PNS Sudah Cair Hampir Rp, 9,2 Triliun

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, mengatakan realisasi THR (Tunjangan Hari Raya) PNS (Pegawai Negeri Sipil) telah mencapai angka Rp. 9,19 Triliun sampai hari Selasa, 5 Juni 2018. Angka tersebut mencapai 83,4% dari proyeksi total anggaran pemerintah Indonesia untuk THR yang dikabarkan mencapai Rp. 11,02%.

THR Cair Sudah Hampir Rampung

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa pencairan itu dapat dilakukan setelah surat perintah pembayaran yang mana diajukan satuan kerja yang bernaung di bawah kementerian dan lembaga telah disetujui oleh KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Tentunya, dirinya berharap seluruh THR untuk PNS ini bisa dicairkan seluruhnya di pekan ini. “Sampai dengan sore tadi, surat perintah membayar yang sudah diajukan ke KPPN dan juga sudah diteliti dan juga diterbitkan pembayarannya sebesar Rp. 9,19 T yaitu 83,4% dari proyeksi total THR PNS yang bakal dibayarkan bulan ini,” ungkapnya hari Selasa (5/6).

Ini bukan berarti bahwa THR PNS terkendala dalam hal pencairannya. Karena, menurutnya, masih ada beberapa satker yang mana belum mengajukan surat perintah pembayaran ke KPPN. Menurut angka yang ia miliki, masih ada kurang lebih 644 satker dari total 15.171 satker yang mana belum mengajukan surat perintah pembayaran.

“Namun realisasi satker yang telah mengajukan ini telah mencapai 95,76% dari satker yang mana menyampaika surat perintah membayar,” imbuh Ani, panggilan akrab dari Sri Mulyani.

Tidak Cuma itu, ia juga mengatakan bahwa THR pensiunan yang mana disalurkan lewat PT Taspen (Persero) (TASPEN) dan juga PT Asabri (Persero) pun telah hampir cair seluruhnya. Dari total anggaran yang banyaknya Rp. 6,66 triliun, total THR yang telah diberikan kepada para pensiunan mencapai 94,14% atau sekitar Rp. 6.27 T.

Terkait dengan THR untuk PNS, Pemerintah Daerah, sebut Ani, ada 202 kabupaten, 48 kota, dan juga 19 provinsi yang telah melaksanakan kewajibannya. Akan tetapi seiring timbulnya polemic pembaaran THR PNS Pemda oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), dirinya mengaku bahwa ia tengah mendata daerah-daerah yang ada di sekitarnya kesulitan mencairkan THR itu.

“Daerah-daerah dewa poker yang mana saat ini kami lakukan pendataan tentang melakukan apa, dan pada tahap apa tengah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan,” jelasnya.

THR Tahun Ini Bertambah

Pencairan THR untuk PNS tahun ini telah dipastikan lewat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2018. Adapun anggaran untuk THR bagi PNS, pensiunan, TNI, dan Polri, sebanyak Rp. 35,76 T. Angka ini disebut meningkat sebanyak 68,9% dibandingkan tahun lalu karena THR juga diberikan ke pensiunan. Selain itu, komponen THR pun berbeda dari tahun-tahun yang sebelumnya.

Dari anggaran tersebut, tercatat THR gaji sebanyak Rp. 5,24 T, THR untuk tunjangan kinerja sebanyak Rp. 5,79 T, dan THR untuk para pensiunan sebanyak Rp. 6,85 T. disamping itu, pemerintah juga mengalokasikan gaji ke-13 sebesar Rp. 5,24 T, tunjangan kinerja ke-13 sebanyak Rp. 5,79 T, dan pensiunan ke-13 sebesar Rp. 6,85 T.

Ini berarti, PNS bakal mendapatkan THR hampir sama dengan take home pay mereka dalam 1 bulan ditambah lagi dengan tunjangan kinerja. Untuk masalah gaji ke-13, abdi negara bakal dibayar sebesar gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga dan juga tunjangan kinerja serta tunjangan jabatan.

Tentunya jumlah THR dan tunjangan ini sangat banyak sehingga jelas jika besarnya lebih banyak ketimbang tahun yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *