Meski Kasus Tak Kunjung Rampung, Novel Baswedan Akan Mulai Kerja di KPK Lagi

Penyidik senior KPK yang disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal, Novel Baswedan, dikabarkan akan kembali lagi bekerja di KPK pada bulan Mei ini. Novel sudah dipasatikan akan bertugas kembali di Direktorat Penyidikan sebagai kepala satuan tugas atau kepala satgas.

Kembali ke KPK Mei

“Kalau tak ada perubahan rekomendasi dari dokter, maka izin untuk beristirahat sakit itu diberikan satu bulan saja sampai tanggal 18 Mei 2018 ini. Setelah itu kalau bisa kembali bekerja maka tentu saja kembali ke Direktorat Penyidikan,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta pada hari Rabu (2/5) kemarin.

Febri mengatakan bahwa sebelum Novel mulai bekerja, ia juga sudah dijadwalkan menghadiri musyawarah umum dari anggota WP (Wadah Pegawai) KPK yakni pada hari Kamis (3/5) ini. Diketahui Novel adalah ketua WP KPK periode 2016-2018.

“Besok akan dilakukan proses pemilihan ketua WP yang baru. Direncanakan, Novel akan datant ke KPK dan semoga dalam keadaan sehat,” ungkap Febri lebih lanjut.

Seperti yang diketahui, Novel mengalami kerusakan mata setelah dirinya disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal tepatnya pada tanggal 11 April 2017. Akibat dari itu semua, ia mata kirinya sekarang mengalami luka yang parah.

Novel sempat menjalanu perawatan intensif di Singapura selama beberapa bulan, dan sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan. Setahun sudah berlalu, namun sayangnya pelaku penyiraman air keras bahkan tak kunjung ditemukan oleh pihak berwajib.

Kasus Novel Terlunta-Lunta

Minggu lalu, Polda Metro Jaya membantah bahwa pihaknya telah melimpahkan penanganan kasus pengiriman air keras pada Novel ke Polres Jakarta Utara. Kombes Nico Afinta, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa penyidikan kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu dilakukan oleh tim gabungan antara Polres Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya.

“Kasus Novel ini tak ada pelimpahan, tetap ditangani oleh tim gabungan Polda Metro Jaya yang dibentuk,”ungkapnya melalui pesan singkat pada Jumat (27/4) minggu lalu dilansir dari CNN Indonesia.

Alghiffari Aqsa, Kuasa Hukum Novel Baswedan,  sempat mempertanyakan tentang penanganan kasus penyiraman air keras bandar togel pada kliennya yang dianggap sangat membingungkan.

Hal itu disebabkan Novel yang menerima surat panggilan untuk diperiksa yang mana dikirimkan oleh Polres Jakarta Utara beberapa minggu sebelumnya. “Tidak jelas apa kasusnya dilimpahkan ke Polres Jakarta Utara namun yang terakhir ada pemanggilan dari Polres Jakut pada NB. Polda Metro Jaya sebelumnya yang melakukan panggilan dan juga pemeriksaan,” ujarnya.

Memang bisa dikatakan bahwa kasus Novel Baswedan ini terlunta-lunta. Pada awalnya penyidikan kasus ini di bawah penyelidikan Polres Jakarta Utara, namun tidak lama setelah itu, kasus penyelidikan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya dan telah masuk ke tahap penyidikan.

Alghiffari sebagai kuasa hukum Novel pun lantas mempertanyakan kategori jas US yang sebenarnya sedang dialami oleh kliennya itu. Ia mengatakan dalam kategori itu biasanya akan ditetapkan level kepolisian mana yang bakal mengusut tuntas kasusnya. Selain itu juga, penanganannya pun seharusnya dilakukan oleh penyidik yang telah menangani kasusnya dari awal.

Menanggapi hal tersebut, Nico menegaskan bahwa surat panggilan terhadap Novel yang mana dilayangkan dari Polres Jakut adalah proses penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan. “Proses pemanggilan yang dilakukan Polres maupun Polda itu adalah kerja tim gabungan,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *