‘COCO’ Film Terbaru Pixar Yang Kalahkan Rekor ‘THE AVENGERS’

Pixar memang tak bisa dipungkiri merupakan salah satu investasi terbaik Disney selain Marvel Entertainment. Kedua anak perusahaan ini mampu membuat perusahaan film Disney semakin gemuk perihal pundi-pundi dolar. Terbaru, Pixar sukses menciptakan senyum lebar di benak petinggi Disney akan film animasi terbaru mereka, COCO.

 

Disutradari oleh Lee Unkrich yang sebelumnya mengarahkan TOY STORY 3, COCO memang sudah digadang-gadang mampu meraih kesuksesan seperti kompatriotnya. Tak heran jika akhirnya COCO yang pertama kali dirilis di Meksiko pada perayaan Dia de Muertostanggal 27 Oktober kemarin mampu meraup pendapatan USD 43 juta (sekitar Rp 581 miliar) dalam kurun waktu kurang dari dua puluh hari penayangan.

 

Hasil yang diraih COCO di Meksiko ini jelas rekor luar biasa dan langsung mengalahkan raihan salah satu film superhero terbaik Marvel, THE AVENGERS. Bukan cuma sukses secara komersial, COCO juga dinilai sangat positif oleh kritikus film. Di mana dalam Rotten Tomatoes, COCO meraih skor sebanyak 96 persen dari total 100 persen dan dinilai 9,2 di IMDB.

 

Setelah menjalani perilisan perdana di Meksiko, COCO akan segera diedarkan di seluruh dunia. Yang unik, pendapatan di Meksiko saja sukses membuat Disney balik modal karena film ini budget film ini hanyalah USD 28 juta (sekitar Rp 378 miliar). Usai rilis lebih awal Meksiko, COCO ditayangkan terbatas di Prancis pada 15 November dan baru beredar di seluruh dunia termasuk Indonesia mulai 22 November mendatang. Jepang jadi negara terakhir yang menikmati COCO pada 16 Maret 2018.

 

‘COCO’ Berkisah Tentang Arti Sebuah Keluarga

 

Alasan kenapa COCO pertama kali dirilis di Meksiko adalah karena film ini memperkenalkan budaya masyarakat Meksiko, Dia de Muertos. Event yang dimulai pada 31 Oktober-2 November tiap tahunnya ini dikenal sebagai perayaan Hari Kematian. Orang-orang Meksiko percaya saat Dia de Muertos terjadi, orang-orang yang sudah meninggal akan datang kembali ke keluarga mereka. Bukannya momen bersedih, Dia de Muertos adalah sebuah perayaan bahagia.

 

Sementara untuk COCO, film ini dimulai dengan prolog singkat sebuah keluarga kecilyang ditinggal pergi sang kepala keluarga demi bermusik. Istrinya, mama Imelda merasa dikhianati dan mulai menghidupi putrinya sendiri dengan membuat sepatu. Selama turun-temurun keluarga itu akhirnya cenderung membenci musik. Problem dimulai kala Miguel, anak laki-laki berusia 13 tahun keluarga itu mencintai musik dan diam-diam membeli album hingga belajar main gitar dari video musisi terkenal, Ernesto de la Cruz.

 

Termotivasi oleh Ernesto, Miguel pun mengikuti kompetisi bermusik di malam Dia de Muertos saat para arwah kembali ke keluarga. Bencana togel online muncul saat Miguel mengetahui identitas ayah mama Coco hingga pertikaian dengan nenek Miguel yang membuat gitarnya hancur. Ngotot ingin ikut lomba, Miguel pun meminjam gitar Ernesto yang tersimpan di makam dan malah membuatnya masuk ke Tanah Kematian (Land of the Dad). Agar tak terjebak di Tanah Kematian, mama Imelda mewajibkan Miguel berhenti bermusik dan dimulailah petualangan Miguel mengetahui banyak rahasia keluarga.

 

Pixar Bakal Rilis Video VR ‘COCO’

 

Dengan cerita kuat, visual luar biasa dan kebudayaan Meksiko yang penuh warna serta musik, COCO memang berpotensi sukses besar. Demi menarik perhatian calon penonton, Pixar merilis video VR (Virtual Reality) yang menyuguhkan pengalaman berada di Tanah Kematian. Lewat video VR ini, penonton akan merasa seperti Miguel dan menikmati Tanah Kematian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *