Sanksi dari PBB dan Kecaman Keras dari Beberapa Negara Terhadap Peluncuran Rudal Korea Utara

Seperti yang sudah diberitakan di beberapa media baik media cetak, sosial media, radio, televisi, serta media internet, Pemerintah Korea Utara sudah meluncurkan beberapa rudal terbaru mereka ke Samudra Pasifik sejak awal bulan September lalu tepatnya pada tanggal 3 September 2017 hingga hari Jumat kemarin tanggal 15 September 2017. Jika dihitung-hitung, peluncuran rudal yang dilakukan pemerintah Korea Utara tersebut sampai dengan jumat kemarin sudah merupakan uji coba peluncuran yang keenam mereka.  Itulah sebabnya tindakan yang mereka lakukan tersebut dianggap sebagai tindakan provokasi terhadap Negara-negara lain.

Pemberian Sanksi dari PBB

Menanggapi tingkah Korea Utara yang sudah mulai meresahkan banyak Negara akhirnya pihak Dewan Keamanan (DK) PBB mulai mangambil tindakan tegas terkait aksi peluncuran rudal dan pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara yang sampai sekarang ini masih terus dilakukan. Sanksi tersebut yaitu berupa ditutupnya pasar ekspor tekstil serta pembatasan impor minyak ke Korea Utara. Hal tersebut dilakukan menanggapi aksi provokasi berupa peluncuran rudal yang dilakukan berkali-kali oleh pihak Korut dan juga mengenai pengembangan senjata nuklir mereka. Pihak PBB sesuai yang telah dikutip dari beberapa sumber mengatakan bahwa mereka sebelumnya sudah memberi peringatan kepada Pemerintah Korut mengenai aksi yang dilakukan mereka tersebut, tetapi nampaknya mereka tidak mengindahkan peringatan dari PBB dan tetap terus melanjutkan aksi mereka. Itulah sebabnya pihak PBB sudah kehilangan kesabaran mereka dan merasa marah atas tindakan yang mereka lakukan.

Tanggapan dari Beberapa Negara Terkait Tindakan Peluncuran Rudal oleh Korut

Terkait dengan peristiwa peluncuran rudal oleh Korut, banyak Negara-negara lain yang merasa marah dan risau. Pihak pemerintahan dari Negara-negara lain tersebut khususnya Negara Amerika Serikat, Jepang, Cina dan Rusia kemudian menyatakan bahwa mereka mengecam aksi provokasi yang dilakukan pemerintah Korea Utara. Aksi kecaman tersebut mereka lakukan langsung karena banyak masyarakat di Negara meraka yang merasa marah atas tindakan Korut.

Pihak Negara Amerika Serikat juga sudah menyatakan bahwa mereka sudah kehilangan kesabaran atas tindakan peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut tersebut. Melalui Penasihat Keamanan Gedung Putih H.R. Mcmaster yang mewakili pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa pihak AS mengecam aksi provokasi yang dilakukan Korea Utara melalui peluncuran rudal tersebut. Mereka bahkan bisa menggunakan opsi militer terhadap Korut jika memang diperlukan karena mereka sudah kehilangan kesabaran mereka terhadap program nuklir Korea Utara yang mereka lakukan. Duta Besar AS di PBB yaitu Nikki Haley juga sudah mengatakan bahwa dia telah sepakat dengan pernyataan yang diberikan oleh Mc master meskipun AS lebih mengedepankan resolusi krisis melalui diplomasi dan sanksi ketimbang melakukan opsi militer.

Selain itu Pemerintah AS juga mendesak Rusia dan Cina agar segera melakukan tindakan terhadap aksi provokasi yang dilakukan oleh Korut. Dan seperti yang dilaporkan dari beberapa sumber terpercaya, Cina dan Rusia akhirnya setuju dengan pemerintah AS untuk ikut mengecam tindakan Korut dan ikut mengambil tindakan atas kejadian Poker terbaik tersebut.

Negara Jepang juga menjadi salah satu Negara yang paling kuat menentang dan mengecam tindakan peluncuran rudal oleh Korea Utara. Pasalnya rudal yang diluncurkan tersebut melewati udara daerah Hokkaido Jepang dan setiap kali mendengar rudal tersebut diluncurkan, warga Negara Jepang di daerah tersebut panic dan ketakutan hingga banyak yang bersembunyi. Pemerintah Jepang juga akhirnya harus membuat sebuah alat peringatan J-Alert untuk memberitahukan dimana posisi rudal tersebut akan mendarat agar bisa lebih menenangkan warganya. Itulah sebabnya banyak warga Negara Jepang yang marah atas aksi peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *