Dibungkam Lazio, Belanja Gila-Gilaan AC Milan Gagal?

Ketika jendela transfer musim panas Serie A Italia dibuka, perhatian publik terpaku pada AC Milan. Tak main-main, skuad asuhan Vicenzo Montella ini membeli banyak pemain. Bukan tanpa alasan, karena pada musim lalu rupanya Milan harus berpuas diri di posisi keenam dengan Juventus berhasil menjadi juara.

 

Namun senyuman para fans Milan seolah membeku dalam pertandingan ketiga kemarin. Di mana I Rossoneri harus menerima kekalahan telak 1-4 di kandang Lazio pada hari Minggu (10/9) dan membuat Milan tercecer di posisi ketujuh klasemen sementara. Apakah ini bukti kalau belanja gila-gilaan Milan di awal musim adalah sebuah kegagalan total?

 

Menang Belanja Pemain, Kalah Dari Lazio

 

Menyebut kalau Milan bakal gagal total di musim ini tentu tidak relevan. Mengingat pertandingan Serie A barulah tiga kali permainan, tentu perjalanan Milan sangatlah panjang. Namun menengok kekalahannya di kandang Lazio awal pekan ini, adalah sebuah kesalahan memalukan apalagi jika menilik bagaimana kedua tim ini saling berbelanja pemain di awal musim.

 

Sekedar informasi, pada musim panas lalu ternyata Milan menghabiskan dana mencapai 152 juta pounds demi belanja pemain. Nama-nama seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Andrea Conti, Hakan Calhanoglu, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Franck Kessie, Antonio Donnarumma,  Fabio Borini dan Nikola Kalinic adalah deretan punggawa baru pada tim yang bermarkas di San Siro itu.

 

Berbeda jauh dengan Milan, Lazio justru hanya menghabiskan 38 juta pounds, atau 25% dari dana belanja pemain Milan untuk anggota baru mereka. Yang membuat sedih lagi, Lazio hanya membutuhkan 49 menit saja untuk melesakkan empat gol ke gawang Gianluigi Donnarumma. Tiga dari empat gol Lazio itu dicetak oleh Ciro Immobile dan gol terakhir disumbangkan oleh Luis Alberto.

 

Ciro berhasil mendapat peluang dari titik putih setelah Alberto dilanggar Franck Kessie di kotak terlarang pada menit ke-38. Lima menit kemudian, Ciro lagi-lagi menjadi mimpi buruk Milan setelah menyambut bola umpan silang dari Senad Lulic sehingga kedudukan jadi 2-0 untuk Lazio. Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Ciro tak terbendung dengan meneruskan bola mendatar dari Marco Parolo untuk menghasilkan gol ketiga.

 

Dan hanya satu menit berselang, Gianluigi harus kembali mengambil bola dari gawangnya karena gol Alberto. Kekalahan inipun memicu berbagai pertanyaan mendasar, apakah revolusi Milan salah jalan?

 

Kebangkitan Milan Yang Masih Harus Diperjuangkan

 

Terakhir kali menjuarai Serie A pada musim 2010-2011 tentu membuat banyak fans Milan rindu pada kemenangan. Dan harapan juara itu mulai terbuka kala pengusaha asal China yakni Li Yong Hong membeli mayoritas saham Milan dari mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi. Kepemilikan Milan di tangan orang baru inipun menjadi sebuah jaminan baru agar Milan mampu bersaing dengan klub-klub Eropa lainnya.

 

Dana pembelian pemain baru yang gila-gilaan membuat fans Milan mulai optimis timnya bisa meraih gelar juara. Apalagi masuknya Bonucci seharga 40 juta euro yang meninggalkan Juventus di masa jayanya dianggap sebagai sebuah kemenangan. Padahal Bonucci sudah bersama Juventus dalam enam musim terakhir dan sukses meraih gelar juara Serie A berturut-turut.

 

Ketika pertandingan perdana Serie A, Milan berhasil menang telak 3-0 dari Crotone dan 2-1 dari Cagliari. Namun mimpi buruk di laga ketiga melawan Lazio ini seolah membuktikan kalau jalan Milan untuk bisa sukses lagi masihlah sangat panjang. Semoga saja perjuangan judi bola ini tak membuat fans dan skuad Rossoneri mundur sebelum berperang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *