Jerman Turunkan 20 Ribu Polisi Jelang KTT 620

      No Comments on Jerman Turunkan 20 Ribu Polisi Jelang KTT 620

Presiden AS yang controversial, Donald Trump, dan juga kepala negara yang lainnya akan bertemu pada Konfrensi Tingkat Tinggi G20 yang dijadwalkan hari ini, Jumat (7/7). Para pemimpin dunia tersebut dijadwalkan akan bertemu guna membahas berbagai isu global termasuk juga soal uji coba rudal Korea Utara terbaru pada hari Selasa (4/7) kemarin.

Ambisi rudal dan juga nuklir Pyongyang adalah salah satu bahasan utama dalam KTT nanti terutama dengan adalanya jadwal pertemuan khusus yang akan diadakan antara presiden Cina, Jepang dan juga Korea Selatan.

Untuk Menjaga Keamanan 20 Ribu Polisi dikerahkan

Guna menjaga keamanan para kepala negara itu, Jerman sendiri pasalnya menurunkan sekitar 20 ribu polisi. Petugas keamanan itu juga menjaga aksi protes menjelang G20 di mana demonstran-demonstran membentangkan poster bertuliskan “G20-Selamat Datang di Neraka.” Setidaknya lebih dari 100 ribu demonstran yang turun ke jalan di Hamburg, Jerman, menjelangpertemuan tingkat kepala negara tersebut. Polisi pun bersiap untuk menghadapi kekerasan dari kurang lebih 8000 radikal sayap kiri.

Aksi dari demonstran itu pasalnya dimotori oleh berbagai komunitas baik dari komunitas aktivis lingkungan, perdamaian bahkan juga anti-kemiskinan. Mereka berbagi keyakinan bahwasanya pemimpin dunia yang bakal berkumpul di Jerman tersebut gagal mengatasi permasalahan-permasalahan global. Salah satu aktivis, Georg Ismael, 25, mengatakan, “Kami pikir mereka sangat pantas mendapatkan protes dan juga pemberontajan di jalanan. Kami protes menentang G20 karena kami rasa mereka tidak bisa mewakili kepentingan kemanusiaan.”

Isu yang Bakal dibahas di KTT G20

Dalam pertemuan yang diadakan di Hamburg itu, isu yang bakal dibahas kepala-kepala negara bukan lah hanya soal ancaman Korea Utara, juga soal perpecahan raja poker yang terjadi antara Eropa dan Amerika Serikat. “Ada indikasi bahwa KTT G20 bakal memicu popularitas antara Amerika Serikat dan juga negara lainnya terutama soal perubahan iklim,” jelas Analis Ekonomi dari Oxford, Adam Slater, dilansir dari AFP.

Sebelumnya, Trump mengejutkan banya pihak karena dirinya menyatakan bahwa Amerika hengkang dari Perjanjian Paris soal perubahan iklim. Trump pun mempertanyakan alegansi dari NATO dan juga membubarkan prinsip perdagangan-bebas. Namun satu momen yang paling dinantikan adalah pertemuan pertamanya dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Derek Chollet dari Institusi Think Thank The German Marshall Fund of the United States (GMF) mengatakan, “Ketika mereka berjabat tangan, maka itu akan menjadi simbolisasi pertarungan maskulin antara kedua kepala negara.”

Di sisi lainnya banyak pertemuan khusus di G20 seperti yang bisa mengubah haluan dunia. Contohnya pertemuan antara Presiden Cina, Xi Jinping dan juga Kanselir Jerman, Angela Merkel. Selain itu, Jinping juga bakal dijadwalkan bertemu secara terpisah dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe tentang ancaman rudal Korut.

Isu yang mana mendapatkan banyak perhatian adalah konflik berdarah yang tak berujung di Suriah dan juga Ukraina. Konflik yang sama-sama melibatkan Rusia dan juga memperebutkan dominasi antara Arab Saudi dan Iran di Timur Tengah itu nampaknya masih menjadi ‘trending topik’. Demikian juga semakin memburuknya hubungan Turki dan juga Jerman.

Dan pada pertemuan KTT G20 yang digelar hari ini pasalnya Polisi antihuru-hara Jerman bentrok dengan pengunjuk rasa di Hamburg, Jerman menjelang puncak G20 yang mana digelar pada hari ini Jumat (7/7) sampai dengan Sabtu (8/7). Personel polisi dalam jumlah yang sangat besar turun tangan saat ribuan demonstran yang berpakaian hitam-hitam tak mau melepas penyamaran mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *