Polisi Akan Periksa Hary Tanoe Soal SMS Ancaman Esok Hari

Penyidik Direkotorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri sudah menjadwalkan akan memeriksa tersangka dugaan ancaman lewat SMS atau pesan singkat, Hary Tanoe pada hari Selasa (4/7) esok hari.

Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Kepala Divisi Humas Polri mengatakan pada hari Senin (3/7) di Jakarta Selatan, “Rencananya besok (Hary) diperiksa.” Menurut dirinya penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada Bos dari PT Media Nusantara Citra (MNC) tersebut. Setyo pun berharap Hary bersedia memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik.

Hary ditetapkan Sebagai Tersangka

Hary Tanoe sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka togel online setelah Bareskrim melakukan gelar perkara pada hari Rabu (14/6) lalu. dan dalam SPDP yang diterbitkan, Hary terjerat pasal 29 Juncto Pasal 45 Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Jaksa Yulianto meyakini bahwa pesan singkat atau SMS yang dikirimkan oleh Hary bernada ancaman. Saat itu Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Periode 2007-2009.

Yulianto pun melaporkan Hary ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar pasal 29 UU No. 11 Th 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). Laporan polisi Yulianto terdaftar dengan nomor LP/100/2016/Bareskrim.

Dan menanggapi laporan itu, malahan Hary Tanoe melaporkan balik Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan juga Yulianto ke Bareskrim. Laporan itu dibuat lantaran Hary menemukan dirinya dilaporkan atas dugaan mengirimkan pesan singkat atau SMS yang bernada ancaman kepada Yulianto. Hary melaporkan dua orang tersebut dengan sangkaan melanggar pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, fitnah, dan juga keterangan palsu dan juga pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Status Tersangka, Hary Tanoe dilarang ke Luar Negeri

Direktorat Jenderal Imigrasi sudah menerima surat pencegahan berpergian ke luar negeri pada penguasaha dan juga Bos PT MNC, Hary Tanoesudibjo selama kurang lebih 20 hari ke depan dari Bareskrim Polri.

Agung Sampurno, Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi, mengatakan melalui pesan singkat pada Jumat (24/6) malam, “Sudah ada permintaan pencegahan berangkat ke luar negeri untuk kurang lebih 20 hari ke depan per tanggal 22 Juni 2017.” Agung juga menambahkan bahwa pencegahan itu berkaitan dengan kasis yang saat ini tengah melilit Hary Tanoe atas dugaan ancaman pengiriman pesan bernada ancaman kepada Jaksa Yulianto yang mana saat itu menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8.

Hary Tanoe yang saat ini berstatus tersangka akan menjalani pemeriksaan perdananya di Bareskrim Polri pada tanggal 4 Juli mendatang. Brigadir Jenderal Rikwanto, Karopenmas Divisi Humas Polri, di Mabes Polri pada hari Jumat lalu (24/6) mengatakan bahwa penetapan status tersangka Hary Tanoe dilakukan usai Bareskrim melakukan gelar perkara yang diadakan pada hari Rabu (14/6) lalu.

Dalam surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang sudah diterbitkan, Hary Tanoe terjerat pasal 29 Juncto pasal 45 UU No. 11 Th. 2008 tentang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). Jaksa menduga kuat bahwa pesan singkat yang dikirimkan kepada Yulianto itu adalah dari Hary Tanoe dan pesan tersebut bernada mengancam.

Hary Tanoe yang dilaporkan oleh Yulianto malah melaporkan balik dan kuasa hukumnya menilai bahwa pencekalannya lebay. Ia menganggap bahwa permohonan pencekalan yang mana dikirimkan Polri ke Imigrasi kepada Hary Tanoe juga tidak memiliki dasar yang kuat sama sekali. Ia menambahkan pencekalan pada kliennya adalah penzaliman dan juga penyanderaan terhadap hak asasi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *