Video Assistant Referee Langsung Mendapatkan Protes Keras Dari Berbagai Pihak

Ada yang berbeda dalam Piala Konfederasi 2017 yang digelar di Rusia sejak Sabtu malam yang lalu khususnya dari segi wasit. Selain ada wasit dan hakim garis, mereka ditemani oleh VAR yaitu kepanjangan dari Video Assistant Referee yang akan membantu wasit untuk menilai gol yang terjadi sehingga wasit akan membuat keputusan yang paling tepat. Namun sayangnya hal ini justru menghasilkan perdebatan dan juga protes yang keras.

Video Assistant Referee Merugikan Hasil Portugal

Seringkali keputusan wasit selalu tidak bisa diterima oleh salah satu tim yang bertanding entah itu pemberian hadiah pinalti maupun tendangan bebas, hands ball maupun juga gol yang tercipta. Akhirnya kini Piala Konfederasi 2017 mengenalkan sebuah teknologi pembantu wasit yang disebut dengan Video Assistant Referee atau yang dikenal dengan VAR. Cara kerjanya adalah ada beberapa orang yang akan menyaksikan pertandingan ini melalui monitor dan wasit memasang alat pendengar di telinga sehingga apabila terjadi sesuatu di lapangan dan menimbulkan protes, maka wasit akan meminta bantuan dari pihak VAR untuk memberitahukan wasit kejadian yang sesungguhnya itu.

Mungkin teknologi ini sangat canggih dan sudah digunakan sejak laga kedua yang mempertemukan Portugal vs Meksiko dan juga Chile vs Kamerun. Namun tidak seperti yang diharapkan, banyak sekali protes dan perdebatan mengenai adanya VAR yang justru dinilai merugikan dewa poker bahkan sejak selesainya dua laga yang baru digelar itu dimana sejumlah gol dianulir oleh wasit dan dinilai tidak sah sama sekali. Hari Minggu kemarin, pertandingan seru terjadi di Grup A yang menampilkan Portugal vs Meksiko dan menampilkan VAR di awal pertandingan sebagai satu teknologi baru. Kemudian pemain Portugal Pepe berhasil menjebil gawang Meksiko yang digawangi oleh Guilermo Ochoa di menit 20.

Tentu saja melihat gol ini, para pemain Portugal pun sangat gembira dan sudah melakukan selebrasi. Namun sayangnya setelah selebrasi itu, wasit yang memimpin pertandingan yaitu Nestor Pitana merasa ragu untuk langsung mengesahkan gol yang dibuat oleh Pepe itu. Kemudian wasit pun mulai berkomunikasi dengan tim VAR dan setelah itu wasit tidak mengakui gol yang diciptakan oleh Pepe atau tidak sah karena alasannya adalah beberapa pemain sudah terjebak dalam offside. Ini jelas merugikan Portugal apalagi mereka bermain imbang 2-2 di akhir babak yang seharusnya mereka bisa meraih tiga poin penuh di klasemen untuk mengantarkan mereka berada di puncak klasemen grup A.

Kehadiran Video Assistant Referee Dianggap Merepotkan

Laga yang terjadi tepat setelah Portugal dan juga Meksiko menampilkan Chile yang harus berhadapan dengan tim asal Afrika, Kamerun. Disini lagi-lagi terjadi gol yang dianulir oleh wasit dan gol tersebut terjadi ketika babak pertama memasuki masa injury time. Ialah pemain Chile yang bernama Eduardo Vargas berhasil mencetak gol pembuka. Ternyata gol itu dianulir juga karena video VAR menunjukkan jika Vargas terperangkap oleh offside sebelumnya. Memang benar jika Chile tidak dirugikan dengan dianulirnya gol ini sebab mereka berhasil menang 2-0 dini hari kemarin sehingga tidak akan ada protes apapun dan berhasil berada di papan atas namun jelas berbeda dari Portugal.

Akhirnya banyak sekali pembicaraan dan protes keras khususnya dari pihak Portugal yang dirugikan dengan keputusan wasit ini dan kemungkinan hal yang sama akan terjadi lagi di beberapa pertandingan lainnya yang juga terjadi. Menurut pelatih Chile Juan Antonio Pizzi, menurutnya sistem yang baru ini masih membutuhkan waktu. Situasi adanya VAR itu berdampak di babak kedua untuk Chile. Beliau menambahkan jika keputusan seperti itu sebenarnya sangat adil namun tetap saja sulit diterima karena sebelum adanya teknologi itu, gol sudah pasti akan disahkan secara langsung.

Baru dua pertandingan yang menunjukkan sistem Video Assistant Referee ini dan kemungkinan perdebatan mengenai teknologi ini juga akan terjadi di laga lainnya yang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *