Barang Impor Membanjiri Yogyakarta Jelang Lebaran

Bisnis online shop nampaknya terus berkembang termasuk juga online shop dari luar negeri. Ini terlihat dari banyaknya barang kiriman luar negeri yang masuk ke Pos Indonesia yang makin meningkat. Hal yang menjadi pemicu ini adalah kemudahan transaksi dan juga pengurangan bea masuk di mana tentu menjadikan barang impor dari luar negeri membanjiri Indonesia termasuk Yogjakarta. Jumlah paket yang masuk atau diteeima oleh Kantor Sentral Pengolahan Pos (Kantor SPP) Yogyakarta mengalami peningkatan. Sudiman, Kepala Kantor SPP Yogyakarta mengatakan bahwa peningkatan ini telah dirasakan sejak peak season dari tanggal 24 Mei lalu dan diperkirakan bakal terus berlangsung hingga tanggal 10 Juli mendatang.

Kenaikan Jumlah Barang Impor Punya Dampak Baik Bagi Pendapatan Nasional

Dari data yang berhasil diperoleh dari Kantor SPP Yogyakarta untuk kiriman dalam negeri sendiri mengalami peningkatan sebesar 30%. Sementara untuk kiriman barang luar negeri mengalami peningkatan sebesar 10%. Jika tahun lalu kiriman paket lebaran hanya mencapai 7.000 per item paket per harinya, tahun ini bisa mencapai 10.000 per item paket per harinya. Hal itu terjadi baik transaksi dalam ataupun luar negeri.

Sudiman sendiri menambahkan bahwa kebanyakan barang-barang itu berasal dari transaksi online. Dan tentu saja kondisi ini berpengaruh pada pendapatan nasional www.gadispoker.com yang dalam sehari bisa mencapai angka Rp. 7 miliar. Dan selama peak season ini bisa mencapai Rp. 8 miliar.  Barang-barang tersebut biasanya berupa baju. Sementara negara gang mengimpor kebanyakan adalah Cina, Korea dan Singapura yang notabene maju di bidang e-commerce nya.

Pembebasan Bea Cukai yang disambut Suka Cita

Para pelaku e-commerce menyambut dengan baik peraturan yang menetapkan kenaikan batas pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari 50 dollar AS menjadi 100 dolar AS. Salah satu pelaku e-commerce yang menyambut baik berita ini adalah Fitri Yuliantri yang mengaku bahwa perubahan pembebasan bea masuk ini sangat menguntungkan para penggiat e-commerce seperti

“Untuk saya yang terjun di industri kreatif craft yang mana bahan bakunya hampir semua saya ambil dari Cina, ini tentu sangat menguntungkan,” ungkapnya pada Senin (12/6) kemarin.

Fitri sendiri mengungkap bahwa pihaknya banyak terbantu dengan adanya platform digital seperti Ali Express yang mana memungkinkan dirinya untuk mengambil barang secara mudah dengan jumlah biaya yang murah juga untuk mengantarkan barangnya.

“Bahan baku yang dikirim dari China sudah gratis sampai Jakarta. Kemudian untuk sampai ke daerah hanya sampai Rp. 20.000 saja dari Pos Indonesia,” imbuhnya.  Pihaknya bahkan tidak bisa membayangkan apabila para pengusaha yang masih berstatua UMKM harus membayar bea masuk yang tinggi. Lebih jauh lagi, dengan diperlonggarnya barang kiriman menjadi lebih tinggi hal ini tentu akan menjamin pertumbuhan usahanya.

“Seiring dengan pertumbuhan usaha saya, kemudian ada kenaikan batas pembebasan bea masuk. Ini merupakan angin segar bagi saya untuk keberlangsungan usaha saya,” ungkap Fitri lebih lanjut. Terlebih lagi e-commerce merupakan bisnis yang amat sangat cepat tumbuhnya. Bahkan mendekati lebaran ini hampir seluruh permintaan produk meningkat. Hal ini tentunya menjadi angin yang sangat segar bagi para pebisnis e-commerce karena semakin memudahkan mereka dalam  menjalankan bisnis.

“Saya berharapnya ke depannya masih bakal ada kemudahan-kemudahan yang lainnya dari bea dan cukai. Bisnis seperti ini tumbuh dengan pest sehingga pemerintah harus lebih cepat juga dalam mengambil tindakan guna mendukung ekstensi UKM seperti kami ini,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *